Pulau Hoga - Seafood Unik Khas Hoga

Pulau Hoga - Seafood Unik Khas Hoga

Bersyukurlah Anda nan tinggal di wilayah Indonesia. Kenapa? Karena negeri ini memiliki pesona estetika alam nan luar biasa. Jika Anda tidak percaya, terbanglah ke Sulawesi bagian tenggara, di sana terdapat kepulauan Wakatobi, nan disebut juga dengan nama Taman Nasional Kepulauan Wakatobi.

Taman Nasional Wakatobi ini merupakan kawasan perlindungan perairan bahari (marine conservation area) seluas 1.390.000 ha. Di Taman Nasional ini terdapat gugusan pulau-pulau, salah satunya pulau Hoga. Estetika dari pulau Hoga ialah suasana alam laut nan begitu murni, banyaknya pohon kelapa, dan putihnya pasir pantai nan higienis ialah secuil estetika nan ditawarkan pulau ini.

Saat Anda sampai disana, sebelum menginjakan kaki di tepi pantai, mata Anda akan disuguhi pemandangan ikan-ikan kecil warna-warni nan berenang-renang di pinggir pantai. Jernihnya air di pulau ini seakan-akan seperti Anda melihat pada sebuah kaca saja, begitu jernih dan bersih.



Pulau Hoga - Taman Bahari Wakatobi

Pulau Hoga ialah salah satu pulau di gugusan kepulauan tukang besi wilayah Kabupaten Wakatobi, provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia, nan juga merupakan pulau wisata bawah bahari terindah di Dunia. Pulau ini terletak di timur Pulau Kaledupa.

Kepulauan Wakatobi sejak 31 Juli 1996 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No 393/KTps-VI/1996 ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional Bahari dengan nama Taman Nasional Kepulauan Wakatobi. Dengan penetapan itu, tahun 1997 Wakatobi dibagi menjadi lima zona, yaitu Zona Inti (683.500 ha), Zona Pelindung (160.500 ha), Zona Pemanfaatan (70.000 ha), Zona Pemanfaatan Tradisional (300.500 ha), dan Zona Rehabilitasi (175.000 ha).

Mendengar nama Wakatobi, orang berpikir tiga hal itu ada kaitannya dengan Jepang. Padahal, ini tentang estetika Indonesia di Sulawesi Tenggara. Tiga nama itu ialah nama obyek wisata nan dinilai potensial laku dijual kepada wisatawan mancanegara yaitu pulau Hoga dan Onemobaa di Kabupaten Wakatobi dan pulau Sagori di kabupaten Bombana.

Daratan Hoga nan kehijauan tampak cantik dikelilingi pasir putih nan berkilauan tetimpa cahaya matahari. Angin bahari nan segar langsung mengisi paru-paru. Air bahari di depan mata membentang biru dan jernih.

Pulau Hoga memiliki luas sekitar 1,3 juta hektar dan merupakan gabungan dari beberapa pulau. Pulau ini mempunyai 750 spesies koral dari sekitar 850 nan ada di dunia. Dengan banyaknya spesies koral nan dimilikinya sudah dapat kita bayangkan betapa indahnya pemandangan di dalam bahari sana.

Mendarat di Hoga, tampak bangunan-bangunan kayu nan sederhana namun kokoh. Sejumlah bule berseliweran di ruang makan berkapasitas 60-80 orang nan dipenuhi jadwal dan instruksi berbahasa Inggris. Suasana hiruk-pikuk dengan senda gurau dalam bahasa Inggris. Padahal, itu di kepulauan Wakatobi, di ujung tenggara Pulau Sulawesi nan dari Jakarta dapat ditempuh dua hari.



Pulau Hoga - Surga Diving

Jika berada di pulau Hoga jangan sampai Anda lupa membawa peralatan selam Anda, atau kaca mata berenang dan alat pernapasan, karena pulau ini merupakan surga bagi penggemar olahraga diving dan snorkeling .

Dari atas dermaga tampak pemandangan di bawah air bahari nan jernih terlihat ikan warna-warni bermain di celah terumbu. Sebuah dive site atau situs penyelaman nan terletak antara Hoga dan Kaledupa. Melalui situs ini Anda dapat berburu pemandangan bawah air bahari selain nan juga teretak tak jauh dari pulau Hoga .

Selain Hoga Channel, ada sekitar 20 situs penyelaman tersebar di perairan Wakatobi. Situs Pinnacle, di dekat pulau latif ini. Di Kaledupa ada Karang Kaledupa , table coral (karang berbentuk meja) berukuran 2-3 meter dan di pulau Tomia ada Karang Mari Mabuk. dan setiap situs ini punya keunikan masing-masing.

Menyelam hingga kedalaman 20 meter menggunakan baju selam (wet suit), sepatu katak (fin), masker, dan tabung oksigen, atau hanya kacamata snorkel dengan selang menjulur ke atas buat terjun ke laut. Tampak "surga" bawah laut. Karang warna-warni menggerombol di sana-sini. Anemon fish atau ikan badut bermain di sela-sela karang lembut anemon nan jadi rumah mereka.

Struktur karang terindah di Pinnacle , karangnya bergunung-gunung, sinkron dengan namanya, Pinnacle atau puncak. Lokasi ini juga menjadi habitat ikan Barracuda nan khas. Ikan berbentuk lonjong seperti peluru dan bisa meluncur sangat cepat, ikan Barracuda hidupnya bergerombol. dijumpai juga Pygmy, kuda bahari berukuran sangat kecil.

Beragam jenis ikan bisa Anda temukan di loka ini seperti; Napoleon wrasse, Paramia quinquelineata, Scarus qibbus, S. taeniurus, Amphiprion tricinctus, Chaetodon specullum , dan lain-lain. Jika Anda belum mahir dalam menyelam, Anda dapat sekadar berenang bersama ikan-ikan tersebut.

Bagi nan urung menyelam menikmati panas matahari sambil berjemur, atau melihat biota bahari dari atas bahtera pun bisa, ingat Air di sini begitu jernih sehingga Anda tidak perlu menyelam buat sekadar menikmati pemandangan latif di dalam sana.

Saat menyelam, Anda akan berjumpa 83 jenis ikan berwarna-warni nan cantik. Beberapa jenis ikan nan bisa Anda temui di sana seperti takhasang, pogo-pogo, napoleon, baronang, dan masih banyak lagi. Tak heran loka ini menjadi favorit bagi para penyelam.

Pantainya pun memiliki pesona nan menggoda. Sepanjang mata memandang, hamparan pasir putih menyelimuti pantai di Hoga. Dengan daratan nan ditumbuhi pohon kelapa dan lambaian angin laut, tak sedikit wisatawan nan menghabiskan waktunya buat bersantai di pantai.

Di pulau nan latif ini Anda juga dapat melihat penyu, namun hanya di musim-musim eksklusif ketika penyu bertelur. Yang tidak kalah asyiknya juga ialah pemandangan terumbu karang. Ada beberapa jenis terumbu karang nan ada di pulau Hoga ini, antara lain jenis karang lunak (soft coral) nan terlihat antara lain Sarcophyton throcheliophorum , sinularia spp .

Terumbu karang ialah biota bahari nan amat latif sebab populasinya nan semakin sedikit, maka keberadaannya perlu dilestarikan. Diterumbu karang inilah biasanya ikan-ikan biasa berenang di sekitarnya, seakan-akan sedang bermain-main kejar-kejaran atau petak umpet, sungguh mengasyikkan mengamati mobilitas gerik ikan di sekitar terumbu karang.

Untuk penginapan, di Hoga terdapat beberapa penginapan nan nyaman dan memadai. Penginapan-penginapan di sini memiliki kisaran harga Rp 200.000-300.000 per harinya. Kebanyakan, penginapannya terbuat dari kayu dan tanpa AC atau pun kipas. Hal ini pun akan membuat Anda lebih syahdu dalam menikmati tiap detik di pulau terumbu karang ini. Selain itu, di Hoga juga terdapat dive center buat Anda nan ingin menyelam.



Pulau Hoga - Seafood Unik Khas Hoga

Tidak hanya itu, bagi Anda penggemar santapan kuliner bahari atau seafood , pulau Hoga menawarkan hidangan khas nan tidak pernah Anda jumpai sebelumnya. Jika biasanya hidangan bahari itu digoreng, dibakar atau direbus, penduduk di pulau cantik ini memiliki cara lain buat memasak hidangan laut. Caranya adalah, daging ikan nan sudah higienis dan tanpa darah, direndam di dalam larutan jeruk purut hingga 15 menit, nama kuliner ini ialah Perangi, atau semacam shusi ala Hoga.

Bagi nan lupa membawa peralatan menyelam, tidak usah risi sebab di sini terdapat penyewaan peralatan selam dan snorkling , tapi bagi penyelam harus mempunyai surat izin menyelam, sebab keselamatan menjadi prioritas utama.

Transportasi ke pulau cantik ini ini cukup mudah Anda hanya perlu menyewa speedboat dengan tarif Rp 150.000 dari dermaga Wanci, Ibukota kabupaten Wakatobi. Jika dibandingkan dengan estetika nan kita dapatkan, tarif sebesar itu tidaklah menjadi soal. Terutama bagi Anda nan memang pecinta kehidupan dan estetika laut.

Daerah sekitar pantai memang menyajikan kekayaan masakan khasnya berupa seafood . Dapat dikatakan pulau ini tempatnya buat dapat menikmati aneka hidangan seafood. Hidangan seafood di sini masih sangat segar sebab langsung di ambil dari pantai. Dapat dibayangkan betapa lezatnya masakan seafood di pulau ini.

Anda juga ingin merasakan nikmatnya suasana berlibur ke pulau Hoga? Tidak ada salahnya jika pulau di Wakatobi ini menjadi salah satu tujuan wisata Anda. Akan lebih menyenangkan lagi jika berlibur ke Hoga beramai-ramai dengan teman dan keluarga. Dapat dipastikan perjalanan wisata akan sangat menyenangkan. Terlebih lagi dapat menikmati estetika kehidupan bawah air laut.

Jadi, tunggu apa lagi! Nikamati suasana berlibur baru dengan menikmati estetika alami bahari Indonesia di pulau Hoga. Untuk menginap di pulai ini terdapat banyak penginapan sederhana dengan harga rata-rata Rp. 50.000 hingga Rp. 80.000 per malam.

advertisements

Tips Sehat

advertisements