3. Sick Cell Kurang darah (SCA)

3. Sick Cell Kurang darah (SCA)

Jika anda seorang penikmat buku-buku dari Lembaga Lingkar Pena, maka tentu Anda tak akan asing dengan nama Pipit Senja. Iya, dia ialah salah satu penulis berbakat di Indonesia nan mempunyai kelainan pada darah. Penyakit talasemia namanya, salah satu penyakit darah nan disebabkan adanya kelainan bentuk sel darah nan tak beraturan.

Penyakit nan diderita oleh Pipit Senja ini dari sejak ia bisa melihat hingga saat ini. Faktor genetiklah penyebabnya. Diluar sana masih banyak saudara-saudara kita nan juga mengalami hal serupa. Kelainan ini sebenarnya sangat majemuk dan banyak jenisnya. Di indonesia sendiri, banyak orang nan menderita penyakit-penyakit sebab kelainan darah.

Kelainan darah ini disebabkan oleh banyak hal. Secara umum, kelainan ini bisa digolongkan menjadi dua, yaitu:

  1. Kelainan nan disebabkan oleh genetik atau keturunan nan biasanya ditandai dengan berbedanya sel darah nan ada.
  2. Kelainan nan disebabkan oleh faktor non-keturunan nan ditandai dengan tak hanya dari selnya nan mengalami kelainan pada darah namun juga dari siklus peredaran darahnya.


Kelainan Pada darah nan Disebabkan Faktor Genetik

1. Hemofilia

Kelainan pada darah ini ditandai dengan adanya gangguan pada saat terjadinya pembekuan darah, yakni darah tak bisa menggumpal atau membeku dengan sendirinya. Kalaupun bisa, akan sangat lambat dan tak seperti proses pembekuan darah pada umumnya. Hal ini sebab adanya kerusakan kromosom X dalam darah nan berfungsi sebagai pembeku darah.

Penderita penyakit ini harus selalu berhati-hati sebab luka sedikit saja akan berakibat fatal sebab sel darah merah nan sulit buat menggumpal dan menutup luka.

Ciri-ciri generik penderita hemofilia adalah:

  1. Terjadi hemartrosis atau pendarahan pada sendi nan terasa nyeri dan bengkak.
  2. Sering terjadi pendarahan di bawah kulit dan jarongan otot.
  3. Terjadi pendarahan pada luka walaupun itu luka nan kita anggap kecil dan tak berbahaya, namun pada penderita penyakit ini bisa berakibat fatal sebab sel darah merah nan sulit buat menggumpal dan menutup luka. Jika Anda seorang penderita hemofilia maka berhatilah-hatilah dengan segala goncangan nan baik luka terbuka maupun benturan,


2. Talasmia

Penyakit keturunan jenis ini banyak terdapat di dunia. Umur sel darah normal manusia berkisar 120 hari. Namun pada kasus talasemia, umur sel darah sangat pendek yakni hanya 4-6 minggu.

Penderita penyakit ini akan mengalami kekurangan kadar hemoglobin sehingga menyebabkan kekurangan darah sebab rentannya sel darah merah nan ada, yakni mudah pecah. Pembawa sifat penyakit kelainan pada darah jenis ini biasanya sehat-sehat saja namun bisa menurunkan penyakit pada keturunannya.

Jika dilihat sepintas, orang nan mengidap penyakit keturunan ini biasanya tak berbeda dengan orang normal lainnya. Namun dalam kondisi tertentu, ia terlihat lebih lemah. Di bawah ini ciri-ciri dari penderita talasemia dilihat secara fisik.

  1. Kulit pucat dan lemah.
  2. Perut membesar sebab terjadi pembengkakan pada hati dan limpa
  3. Adanya perubahan bentuk pada tulang muka.
  4. Kulit akan menghitam. Pada kondisi inilah fase kritis dari penderita sebab disebabkan menumpuknya zat besi dalam tubuh.
  5. Umumnya pada penderita anak-anak, ia akan mengalami ketertinggalan dibanding teman-teman seumurannya.

Berdasarkan penelitian-penelitian nan dilakukan, Indonesia memiliki populasi carrier kelainan pada darah nan lumayan banyak, yakni sebesar 5-7 %. Artinya, jika sampel darah diambil dari 100 orang, maka ada 5 hingga 7 orang merupakan pembawa sifat penyakit ini. Apakah Anda termasuk dari sang pembawa sifat atau carrier ? Semoga saja bukan.



3. Sick Cell Kurang darah (SCA)

Kelainan pada darah ini hampir mirip seperti jenis talasemia. Namun, kelainan jenis ini mempunyai bentuk darah seperti bulan sabit. Sudah banyak diketahui bahwa bentuk dari sel darah merah umumnya ialah berbentuk bulat dan terpisah antara satu dan lainnya. Namun pada penderita SCA, sel darah merah ialah berbentuk bulan sabit, lengket, dan mudah hancur.

Hal ini akan berakibat pada efektifitas fungsi dari sel darah tersebut, yakni mengakibatkan sel darah merah tersebut tak maksimal dalam mengikat oksigen dan karbondioksida. Ini bisa mengakibatkan kurangnya persediaan oksigen dan karbondioksida nan dibutuhkan oleh tubuh.

Penderita kelainan pada darah ini sama seperti dua penyakit diatas, yakni diturunkan oleh dua pembawa sifat. Jika salah satu orangtuanya merupakan pembawa sifat, maka anaknya tak sampai menderita penyakit turunan tersebut namun menjadi pembawa sifat atau carrier .

Gejala nan ditimbulkan hampir mirip dengan penderita talasemia, yakni:

  1. Mudah lelah
  2. Memiliki penyakit anemia
  3. Mudah terkena infeksi
  4. Memiliki sakit kuning pada kulit dan mata
  5. Sering terjadi gangguan pada penglihatannya
  6. Adanya pembengkakan pada kaki dan tangan
  7. Sakit dada nan disebabkan sebab sindrom dada akut
  8. Demam dan kesulitan dalam bernapas
  9. Tekanan darah di paru-paru meningkat
  10. Jika sudah berada dalam kondisi kritis maka dapat menyebabkan stroke sebab sel darah sabit akan menghambat genre darah menuju ke otak.

Kelainan pada darah ini memang tak dapat disembuhkan bahkan jika dibiarkan bisa membahayakan jiwa.



Kelainan Pada Darah nan Disebabkan Faktor Non-Genetik
  1. Anemia, merupakan penyakit kekurangan darah.
  2. Darah tinggi, atau biasa disebut hipertensi disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah.
  3. Darah rendah, atau hipotensi disebabkan sebab rendahnya tekanan sistolis.
  4. Varises, disebabkan pembuluh darah yangmembesar biasanya terdapat dibetis sebab adanya pelebaran pembuluh vena.
  5. Penyakit Kuning Bayi, disebabkan sebab kerusakan sel darah oleh aglutinin ibu.
  6. Sklerosis, terjadi pengerasan pada pembuluh nadi sistem transportasi.
  7. Miokarditi, adanya kelainan nan diakibatkan oleh adanya radang pada otot jantung.
  8. Trombus/Embolus, adanya gumpalan didalam nadi tajuk termasuk kelainan pada jantung.
  9. Leukimia atau Kanker Darah, produksi sel darah putih nan tak terkontrol sehingga menyebabkan sel darah merah menjadi buas dan memakan sel darah merah nan ada sebab dianggap sebagai benda asing

Bagaimana cara efektif buat menangani masalah kelainan pada darah?
Masalah ini menjadi sangat riskan jika banyak nan mengalaminya. Karena disamping tak dapat disembuhkan, juga perawatan kesehatan buat penyakit-penyakit darah ini terbilang mahal.

Penyakit kelainan pada darah nan disebabkan oleh faktor non-keturunan lebih mudah diatasi dibandingkan dengan faktor keturunan. Itu pun hanya buat kasus-kasus tertentu, seperti kurang darah ataupun penyakit tekanan darah maupun tekanan darah tinggi dapat nan diberikan obat spesifik dari dokter.

Atau dapat dengan pemberian asupan makanan nan sinkron dengan jenis penyakitnya. Namun buat kasus penyakit nan lain, biasanya membutuhkan perawatan nan intensif serta biaya obat nan sangat mahal dan itu belum tentu dapat disembuhkan.

Kasus kelainan pada darah nan disebabkan oleh faktor keturunan lebih kompleks lagi. Biasanya nan dilakukan ialah dengan melakukan transfusi darah secara berkala pada penderita talasemia dan SCA maupun hemofilia. Sedangkan buat penumpukan zat besi nan biasa terjadi dapat diberikan obat. Namun sekali lagi, obat-obatan ini sangat mahal harganya.

Penyakit ini sudah dapat disembuhkan namun biaya nan dikeluarkan pun sangatlah besar serta persentase keberhasilannya juga sangat kecil dengan adanya pencangkokan sumsum tulang belakang. Upaya pencegahan nan dapat dilakukan ialah dengan mencegah pernikahan pembawa sifat.

Periksalah sebelum Anda menikah buat memastikan bahwa Anda dan pasangan bukan pembawa sifat penyakit tersebut. Jika salah satunya normal maka tak apa-apa sebab anak nan kelak Anda lahirkan kemungkinan merupakan pembawa sifat, dan bukan penderita penyakit tersebut.Berbeda lagi ceritanya jika Anda dan pasangan ialah pembawa sifat maka kemungkin melahirkan dengan anak sebagai penderita penyakit ini akan sangat besar.

Apapun keputusan nan Anda ambil, hasilnya kembali lagi ke tangan Tuhan. Manusia hanya dapat berusaha.

advertisements

Tips Sehat

advertisements