Mencegah Ruam Popok

Mencegah Ruam Popok

Masalah merawat bayi bukanlah hal nan mudah. Selain kondisi tubuh nan masih lemah, kulit dan seluruh bagian tubuh bayi juga cenderung sensitif. Tindakan nan sembrono dan kurang hari-hati saat merawat bayi bisa menyebabkan bayi mengalami iritasi ataupun luka. Karena itu para orang tua, khususnya ibu, biasanya bertanya pada orang tuanya tentang cara perawatan bayi nan baik.

Salah satu masalah cara perawatan bayi nan cukup krusial ialah merawat kulit. Baik dari pakaian atau perlengkapan nan digunakan, saat mandi, hingga penggunaan bedak bayi, semuanya berpengaruh terhadap kesehatan kulit bayi.

Malah tak sporadis bekas luka nan terjadi sejak bayi tak dapat hilang hingga anak menjadi dewasa sehingga bisa mengurangi penampilan fisik anak. Apalagi kalau anak perempuan, tentu akan cukup mengganggu.



Kulit Sensitif

Kulit bayi merupakan jenis kulit nan sangat sensitif. Karena itu perhatikan dan jaga semua cara perawatan bayi , khususnya dalam memelihara kulit, nan sebaiknya Anda perhatikan.

  1. Sediakan dan siapkan pakaian bayi selalu dalam kondisi higienis dan telah disetrika. Sediakan lemari atau loka baju spesifik bayi nan bebas dari debu.
  1. Segera ganti baju, celana atau popok setiap bayi ngompol atau berkeringat. Begitu juga ketika menyusui atau memberikan makanan tambahan, biasanya pakaian bayi terciprat noda ASI atau makanan, sehingga juga harus segera diganti. Baju nan basah atau tak higienis bisa mempengaruhi sensitifitas kulit bayi dan menyebabkan iritasi.
  1. Begitu juga buat perlengkapan mandi bayi, seperti handuk juga harus disediakan secara spesifik dan selalu dalam kondisi higienis dan kering. Setelah digunakan bilas lebih dahulu atau langsung jemur agar siap digunakan lagi.
  1. Sehabis mandi, bersihkan dengan lembut seluruh tubuh bayi hingga kering, khususnya pada lipatan tubuh nan cenderung lebih lembab. Sedangkan buat bagian tertentu, seperti telinga dan bagian lipatan nan sulit dijangkau handuk, gunakan kapas nan dicelup air hangat buat membersihkannya.
  1. Setelah itu, gunakan bedak bayi nan juga diformulasikan spesifik buat kulit sensitif bayi. Tebarkan di seluruh tubuh dan jaga agar tak mengenai mata bayi. Lalu kenakan baju, celana, atau popok bayi nan bersih. Untuk habis mandi sore, sebaiknya kenakan pakaian atau celana panjang buat melindungi bayi dari agresi nyamuk sore dan malam.
  1. Cara perawatan bayi nan tak boleh dilupakan selalu mencuci tangan Anda sebelum menyentuh bayi atau menyajikan makanan atau susu buat bayi Anda. Hal ini krusial buat menjaga segala sesuatu nan menyentuh kulit ataupun nan masuk mulut bayi selalu higienis dan steril dari debu atau kuman penyakit.


Perawatan Bayi buat Ruam Popok

Ruam popok ialah penyakit kulit bayi nan banyak terjadi saat baru lahir. Ruam popok ini berkaitan dengan pemakaian popok. Daerah nan terpapar biasanya daerah alat kelamin, lipatan paha, dan pantat bayi. Biasanya, ruam popok terjadi sebab popok nan basah dampak air pipis dan feses nan terlalu lama menempel pada kulit bayi.

Padahal, air pipis atau feses mengandung berbagai bahan nan sifatnya merangsang kulit dan menyebabkan radang. Gesekan nan terjadi antarkulit di lipatan paha atau kulit dengan popok bisa menyebabkan kulit bayi lecet dan mudah terkena infeksi jamur atau bakteri. Kulit bayi tampak kemerahan disertai bintil-bintil merah kecil di sekitar area popok.



Mencegah Ruam Popok

Sebagai cara perawatan bayi agar tak terpapar ruam popok, Anda harus rajin mengganti popok secara teratur setiap kali basah. Hindari penggunaan popok berbahan plastik sebab bisa membuat kulit bayi lembap dan panas.

Saat mengganti popok, bersihkan secara lembut kulit di sekitar selangkangan bayi dengan air hangat. Gunakan sabun nan netral dan lembut. Keringkan dengan saksama, khususnya di daerah lipatan kulit.

Jika bayi Anda telanjur terkena ruam popok, segeralah gunakan krim bayi pada sekitar kulit nan terpapar. Jika ruam popok makin meluas, jangan tunda lagi, segeralah bawa bayi ke dokter.



Perawatan Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat ialah kelainan kulit dampak tersumbatnya kelenjar keringat. Fungsi kelenjar keringat bayi belum paripurna sehingga sering terjadi sumbatan. Biasanya, biang keringat muncul setelah anak banyak berkeringat disebabkan udara panas. Biang keringat umumnya timbul di leher, pundak, dada, punggung, atau paras nan memang banyak kelenjar keringat.

Anda bisa mencegah timbulnya biang keringat dengan menghindarkan bayi dari panas berlebihan. Pakaikan pakaian nan menyerap keringat. Usahakan ruangan bayi bersirkulasi udara baik. Segeralah ganti jika pakaian bayi basah dampak keringat.



Jenis Biang Keringat

Biang keringat pada bayi ada beberapa jenis sebagai berikut.

  1. Berupa bintik-bintik kecil berisi air dan mudah pecah sendiri, kulit tubuh bayi nan sering berkeringat tampak mengelupas, kering, dan kasar.
  1. Kulit berbintik-bintik merah dan gatal. Biang keringat jenis ini sangat mengganggu. Biasanya, bayi menjadi rewel sebab merasa gatal.
  1. Berupa bintil-bintil di kulit, sekilas mirip jerawat batu. Biang keringat ini terasa agak keras.


Mengobati Biang Keringat

Untuk mengobati biang keringat, Anda bisa memberikan bedak bayi nan berfungsi menyerap kelembapan agar kulit kering kembali. Anda juga bisa memberikan lotion spesifik biang keringat nan mengandung calamine dan mentol nan berguna mengurangi rasa gatal.

Jika penggunaan cara perawatan bayi dengan bedak dan lotion tidak berhasil, segera hubungi dokter agar tak terjadi infeksi dampak kulit digaruk. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik.



Perawatan Alergi Kulit pada Bayi

Untuk menangani meluasnya akibat alergi tersebut, Anda sudah barang tentu disarankan buat mengetahui penyebabnya. Sehingga bisa melakukan tindakan nan tepat, terhadap jenis alergi sinkron dengan penyebabnya. Beberapa penyebab alergi kulit nan paling mungkin terjadi ialah sebagai berikut:



1. Faktor Makanan

Perawatannya mudah saja. Ibu bayi harus mengkonsumsi makanan nan bisa meredakan alergi kulit tersebut. Misalnya, minum rebusan daun pepaya. Rasa getir nan ada didaun pepaya bisa membersihkan hati. Kalau hati bersih, racun di dalam tubuh akan hilang.

Alergi kulit tersebut disebabkan oleh darah kotor. Untuk mengurangi rasa gatal pada kulit bayi, berikan saja salep nan didapat dari resep dokter kulit. Untuk penanggulangan alergi kulit ini sebaiknya langsung berhubungan dengan dokter spesialis anak.



2. Faktor Keturunan

Faktor kedua nan bisa menjadi faktor pencetus alergi kulit ialah faktor keturunan. Tidak bisa dipungkiri bahwa masalah alergi pada kulit sudah menjadi masalah nasional. Hampir semua penduduk Indonesia mempunyai masalah dengan kulitnya.

Sekali lagi, ini sebab faktor kelembaban, cuaca, dan iklim Indonesia nan memberi kesempatan sangat tinggi kepada unsur pencetus alergi kulit, buat berkembang dengan subur. Penanganannya ialah dengan cara tes alergi dan mengikuti terapi nan disarankan oleh dokter.



3. Faktor Luar Tubuh

Alergi kulit juga dapat terjadi sebab tubuh bayi bersinggungan dengan air mandi dan baju nan kurang higenis. Atau bisa juga sebab debu rumah nan terhirup atau tersentuh kulit bayi nan masih sangat sensitif. Penanganannya ialah dengan cara merebus air mandi bayi sampai mendidih. Mencuci baju bayi secara terpisah dengan baju keluarga lainnya.

Jauhkan bayi dari sumber debu. Susu formula dapat menjadi sumber pencetus alergi kulit pada bayi. Oleh sebab itu, ASI sangat krusial diberikan kepada bayi. Selain murah meriah, ASI ialah makanan paripurna nan paling baik buat bayi.

Pemberian ASI tertentu juga bisa meningkatkan imun pada tubuh bayi, sehingga bayi akan kebal terhadap berbagai macam penyakit termasuk alergi kulit. Jangan asal menaburkan bedak atau menggunakan salep sembarangan ke tubuh bayi nan terkena alergi kulit. Bedak atau salep tersebut bisa menambah parah alergi kulit bayi.

Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Jalan terbaik lainnya ialah sang ibu minum jamu spesifik buat membersihkan hati dan meningkatkan imun tubuh. Berikut ada beberapa tips berguna bagi Anda nan masih memiliki balita atau batita.Kulik informasinya sebagai berikut :

  1. Hindari membawa bayi keluar rumah atau keluar ruangan pada waktu-waktu tertentu. Misal pada malam hari, subuh, pagi hari. Unsur suhu dan iklim berpengaruh kuat pada munculnya alergi. Biasanya ditandai dengan bersin-bersin pada bayi Anda.
  2. Kenali jenis kulit bayi Anda. Agar Anda tak salah memilih perlengkapan mandi bayi Anda. Seperti bedak, shampoo, sabun mandi, hair cologne, atau body cologne.
  3. Selalu menjaga kebersihan. Baik kebersihan bayi itu sendiri, kebersihan makanan nan dikonsumsi bayi maupun kebersihan lingkungan di mana bayi berada.

advertisements

Tips Sehat

advertisements